Dad's Killer

Kebetulan sore itu aku, Ian, dan Kevin sedang berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari sekolah. Sekolah ku sekarang full-day, apalagi kami bertiga juga mengikuti ekstrakurikuler sastra. Kami selalu pulang jam 5 sore, maka dari itu kami memutuskan untuk ke cafe untuk bersantai dulu. "Hei, kemarin baru saja ada kabar mengenaskan. Katanya seseorang telah menemukan sebuah mayat, dan mayat itu dimutilasi.". "Hanya itu saja?", ujarku. "Sebelum pelaku itu memutilasi korbannya, dia telah memperkosa nya lebih dulu. Sungguh keji sekali bukan? Kalau tidak salah dia menggunakan pisau ". Mendengar kabar itu, aku dan Kevin merasa jijik. "Apa kau tau dimana tempatnya?", "Sekitar 1 km dari tempat tinggalmu, Kevin". Wajah Kevin langsung menjadi ketakutan, Kevin adalah orang yang paling penakut diantara kami bertiga. "Tak usah khawatir, aku akan mengantarmu pulang", aku kasihan melihatnya ketakutan.

Kami pulang dari cafe jam 6 malam dan aku akan mengantar Kevin pulang. Rumahku dan rumah Kevin searah, jaraknya 900 meter dari rumahku. "Terimakasih telah mengantarku pulang", ujarnya. "Sama sama Kevin", rupanya dia masih nampak ketakutan.

Sesampai dirumah aku langsung mandi dan makan. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit, ah ini terjadi lagi. Aku teringat bahwa malam ini aku berjanji menemui seseorang. Aku langsung bersiap-siap.

Aku telah selesai berjumpa dengan orang itu, ah kepalaku terasa sakit lagi. Aku memutuskan untuk langsung tidur.

Mengingat kemarin, aku sangat senang sekali dengan orang yang aku temui kemarin malam. Namun hari ini, Kevin yang selalu berangkat pagi hari kini tidak masuk sekolah. Kata teman teman, ayahnya meninggal kemarin malam. Semuanya ikut bersedih dan bel masuk telah berbunyi. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Ian datang. Ian hampir tidak pernah terlambat masuk sekolah seumur hidupnya. Tetapi, ia nampak biasa-biasa saja walaupun terlambat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Candlelight