Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Wake up then sleep again

Malam minggu ini, aku sendirian lagi di rumah. Ayah, ibu, dan adikku sedang mengunjungi nenek di desa. Aku memutuskan untuk belajar karena beberapa tempo hari yang lalu aku terkena remidi matematika. Udara malam yang dingin ini membuat perutku lapar, aku kemudian pergi ke dapur untuk mengambil banyak snack di kulkas karena belajar matematika memerlukan banyak konsentrasi dan fokus Jam 21.43, mataku rasanya ingin beristirahat dan segera tidur. Aku segera keluar kamar, mengunci pintu dan jendela. Setelah itu aku pergi gosok gigi dan kemudian tidur. Aku terjaga dari tidur malamku. Aku mencari handphone ku di sekitar tempat tidur. Karena gelap, aku menyalakan lampu kamar. "Akhirnya", aku membuka notifikasi pesan dari ayahku. Keluargaku akan pulang siang, syukurlah. Kumatikan lampu kamar ku dan kembali tidur

A Candlelight

Malam ini daerah sekitar rumahku sedang mati listrik. Aku sendrian di dalam rumah, ayah dan ibuku sedang pergi ke mall. Keadaan diluar rumah sedang hujan badai. Angin berhembus sangat kencang, suara angin yang kencang itu bisa aku dengarkan dari dalam rumah. Aku khawatir jika pohon tetangga ku tumbang menimpa rumahku. Karena rumahku dalam keadaan gelap, aku menyalakan lilin di kamarku. Udara yang dingin masuk lewat sela-sela ventilasi kamarku. Sangat dingin sekali, namun hal itu tidak akan bisa mengganggu ku saat akku bermain game. Seketika kamar tidurku menjadi gelap, lilin yang ku nyalakan tadi mati. Aku mengambil korek api di sampingku dan menyalakannya. "Kencang sekali badai nya", kataku dalam hati

Dad's Killer

Kebetulan sore itu aku, Ian, dan Kevin sedang berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari sekolah. Sekolah ku sekarang full-day, apalagi kami bertiga juga mengikuti ekstrakurikuler sastra. Kami selalu pulang jam 5 sore, maka dari itu kami memutuskan untuk ke cafe untuk bersantai dulu. "Hei, kemarin baru saja ada kabar mengenaskan. Katanya seseorang telah menemukan sebuah mayat, dan mayat itu dimutilasi.". "Hanya itu saja?", ujarku. "Sebelum pelaku itu memutilasi korbannya, dia telah memperkosa nya lebih dulu. Sungguh keji sekali bukan? Kalau tidak salah dia menggunakan pisau ". Mendengar kabar itu, aku dan Kevin merasa jijik. "Apa kau tau dimana tempatnya?", "Sekitar 1 km dari tempat tinggalmu, Kevin". Wajah Kevin langsung menjadi ketakutan, Kevin adalah orang yang paling penakut diantara kami bertiga. "Tak usah khawatir, aku akan mengantarmu pulang", aku kasihan melihatnya ketakutan. Kami pulang dari cafe jam 6 malam dan ak...